Pertolongan Dari Langit

Telah disebutkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam اَلْمَجَابِيْنَ فِيْ الدُّعَاءِ dari Al-Hasan berkata:

Ada salah seorang shahabat Nabi dari kalangan Anshar disebut Abu Muallaq, Dia seorang saudagar besar, Dia pun sering berkeliling ke negeri – negeri lain untuk berdagang, dia adalah seorang ahli ibadah dan mempunyai wara’ (kehati-hatian dalam segala hal).

Pada suatu hari Ia keluar untuk berdagang, kemudian berjumpa dengan perampok yang bertopeng dan bersenjata, perampok itu berkata : “Letakkan segala barang daganganmu !! aku akan bunuh kamu !!“,

Shahabat itu berkata : “Apa yang engkau inginkan dari darahku ? Bukankah yang engkau inginkan adalah harta ?“,

Perampok itu pun menjawab : “Adapun harta maka itu untukku, dan aku tidak menginginkan kecuali darahmu.”,


Shahabat itu berkata : “Jika kau bersikukuh untuk membunuhku maka berikanlah aku waktu untuk shalat empat rakaat.”,

Perampok itu menjawab : “Shalatlah kamu.”.

Kemudian shahabat tadi berwudhu dan shalat empat rakaat.
Termasuk doanya pada sujud yang terakhir adalah….

يَا وَدُوْدُ…..  يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ…..  يَا فَعَّالاً لِمَا يُرِيْدُ…..
أَسْأَلُكَ بِعِزَّتِكَ الَّذِيْ لاَ يرام…..  وَمُلْكِكَ الَّذِيْ لاَ يُضَامُ …..  وَبِنُوْرِكَ الَّذِيْ مَلَأَ أَرْكَانَ                  عَرْشِكَ  أَنْ تَكْفِيَنِيْ شَرَّ هَذَا الْلِصِّ ……
يَا مُغِــيْثُ….. أَغِـــثْنِيْ…..   يَا مُغِــيْثُ….. أَغِــثْنِيْ…..   يَا مُغِــيْثُ….. أَغِـثْنِيْ
Artinya: “Wahai yang Mahapengasih… Wahai yang memiliki Arsy yang mulya… Wahai yang berbuat sesuai kehendaknya… Aku meminta kepada-Mu dengan kemulyaan-Mu yang taka kan pernah hancur, dan yang tak akan berkurang, dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi pondasi-pondasi Arsy-Mu. Agar Engkau mencukupkanku (dengan-Mu) terhadap kejelekan perampok ini.
Wahai yang Mahapenolong, tolonglah aku………
Wahai yang Mahapenolong, tolonglah aku………
Wahai yang Mahapenolong, tolonglah aku………

Tiba – tiba datanglah penunggang kuda yang di tangannya terdapat tombak yang dia letakkan di samping telinga kudanya. Maka ketika perampok itu melihatnya, dia (perampok) pun menghampirinya, kemudian penunggang kuda itu pun menikamnya dan membunuhnya,

kemudian menghampiri shahabat tadi dan berkata : “Bangunlah !”

Dia pun berkata : “Siapakamu ? Demi Allah … Sesungguhnya Allah telah menolongku melalui (perantara) kamu…”

Orang itu pun menjawab : “Aku adalah malaikat dari langit ke-4, engkau telah berdoa dengan doa yang pertama, maka terdengarlah dari pintu langit suara gemerincing, kemudian engkau berdoa dengan doa yang kedua, maka terdengarlah suara gaduh di langit, kemudian engkau berdoa dengan doa yang ketiga, maka dikatakan, “ini adalah doanya orang yang dalam keadaan genting.” Maka aku meminta kepada Allah agar membunuh perampok itu.”

Maka ketahuilah wahai saudaraku……. Jika kita dalam keadaan terdesak ataupun tidak maka hendaknya kita banyak berdoa kepada Allah – terkhusus dengan doa ini -.